KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA JAMBI MENGGELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN MELALUI METODE TATAP MUKA KEPADA PEMILIH PEMULA DI FISIPOL UNJA

Rabu, 27 November 2019 | 15:44:10 WIB | Dibaca: 421 Kali


Jambi- Dalam upaya memaksimalkan pengetahuan pemilih pemula mengenai Pemilu dan Pilkada, KPU Kota Jambi menggelar sosialisasi Pendidikan Pemilih Melalui Metode Tatap Muka Kepada Pemilih Pemilu  bersama mahasiswa/mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Rabu 27 November 2019. Acara yang digelar di AULA pertemuan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik kampus Unja Mendalo dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Bapak Zarkasi, SH.,MH, Dosen, Perwakilan mahasiswa/mahasiswi Fisipol Unja, Komisioner KPU Kota Jambi serta Sekretariat KPU Kota Jambi.

Hadir sebagai Narasumber, Adithiya Diar, MH, Komisioner KPU Kota Jambi dari Divisi Program dan Data serta Deni Rahmat, S.Sos, Komisioner KPU dari Divisi Teknis Penyelenggara.

Sebagai pembicara pertama, Adithiya Diar mengingatkan tentang Penyelenggaraan pemilihan umum secara berkala merupakan suatu kebutuhan mutlak sebagai sarana demokrasi yang menjadikan kedaulatan rakyat sebagai sumber kehidupan bernegara, proses kedaulatan rakyat yang diawali dengan pemilihan umum akan memberikan legitimasi, legalitas, dan kredibilitas pemerintahan yang didukung oleh Rakyat. “Pemilu merupakan kesempatan bagi semua untuk memilih calon-calon pemimpin bangsa ini, karena pemilu merupakan salah satu sarana untuk pergantian pemimpin di negeri ini. Untuk itu, perlu kiranya semua untuk mengenali calon-calon yang akan di pilih di bilik suara nanti”.

Dibagian lain, Adithiya Diar juga menjelaskan seputar unsur-unsur penyelenggara pemilu, yang terdiri dari KPU, Bawaslu dan DKPP, Pemilih dan Peserta Pemilu.

Tampil sebagai pembicara kedua, Deni Rahmat menyampaikan materi tentang menjadi Pemilih cerdas. Salah satu topiknya adala jenis-jenis pemilih.

Pemilih dibagi menjadi 3 kelompok :

  1. Pemilih Tetap yang sebagaimana yang terdapat dalam DPT, berasal dari data pemilih pada pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kemendagri.
  2. Pemilih Tambahan , pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah didata.
  3. Pemilih Khusus adalah warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada eKTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP.

Acara ini juga diwarnai dengan dialog antara peserta yang antara lain menanyakan tentang pindah memilih, adanya money politik serta bagaimana cara menangkal berita hoax seputar pemilu. (Ad)

Komentar Facebook